Faktor Resiko Penyakit Jantung

Gaya hidup tidak sehat memicu meningkatnya penderita penyakit kardiovaskular. Secara umum, penderita penyakit kardiovaskular tidak mengalami gejala mencurigakan, sehingga seringkali terjadi keterlambatan mendapat pertolongan medis yang beresiko pada kematian pada penderita.

Upaya pencegahan terhadap penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara mengendalikan faktor-faktor resikonya. Apa sajakah factor resiko penyakit kardiovaskuler? Ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang berisiko mengidap penyakit kardiovaskular, yakni factor resiko yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Agar lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini :

  1. FAKTOR RISIKO YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

1.Usia

Pada usia 40 tahun ke atas, faktor risiko penyakit kardiovaskuler akan terus meningkat. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter dapat meminimalisir resiko tersebut.

  1. Jenis Kelamin

Dibandingkan dengan wanita, seseorang yang jenis kelamin pria umumnya lebih berpotensi terkena serangan jantung. Meskipun demikian, bukan berarti wanita bebas dari resiko penyakit kardiovarkuler. Karena ketika wanita berusia lebih dari 65 tahun atau saat masuk menopause, wanita memiliki resiko yang besar terserang penyakit ini. Resiko lebih tinggi akan dialami oleh wanita perokok yang berusia diatas 35 tahun.

  1. Riwayat Keluarga/keturunan

Faktor keturunan menjadi salah satu faktor risiko yang tidak dapat diabaikan. Karena dengan mengetahui riwayat penyakit keluarga, maka seseorang akan lebih waspada dan bisa mengantisipasi ketika terjadi serangan

  1. FAKTOR RISIKO YANG DAPAT DIKENDALIKAN
  2. hipertensi

Hipertensi menimbulkan kerusakan pada bagian dalam pembuluh arteri. Hal itu dapat mengakibatkan pembekuan darah, yang apabila terjadi di jantung, maka serangan jantung akan sulit dihindari.

  1. Stress

Stres tinggi dapat membahayakan kesehatan,terutama dapat memicu kerja jantung dan merangsang terbentuknya adrenalin dan katekolamin yang berakibat buruk pada kesehatan pembuluh jantung.

  1. kolesterol

Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah dapat mengakibatkan penyempitan rongga pembuluh darah dan dinding arteri menjadi kaku. Jika dibiarkan, maka resiko penyakit kardiovaskuler akan meningkat.

  1. obesitas

Obesitas mengakibatkan kerja jantung semakin berat. Hal itu akibat timbunan lemak dalam otot jantung yang membuat efisiensi gerakan jantung menjadi terganggu.

  1. Diabetes

Diabetes mellitus merupakan fartor risiko terbesar dari penyakit kardiovaskuler, karena kehadirannya dapat menimbulkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan juga arteriosklerosis.

  1. Kurang aktivitas fisik

Tubuh yang tidak aktif bergerak akan membuat lemak cepat menumpuk karena tidak adanya pembakaran energy. Kondisi tersebut membuat otot jantung tidak leluasa bergerak dan jantung tidak bisa berfungsi sempurna.

  1. merokok

Rokok mengandung zat nikotin yang mengakibatkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah arteri mengeras dan darah mengalami pembekuan.

Advertisements

One thought on “Faktor Resiko Penyakit Jantung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s