Fungsi Cairan Tubuh Manusia

A. Peran / Manfaat / Kegunaan / Fungsi Cairan Tubuh Manusia

Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan. Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik, dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.

Fungsi cairan tubuh antara lain :

1- Mengatur suhu tubuh
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.

2- Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.

3- Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan.

4- Kulit
Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.

5- Pencernaan
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.

6- Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.

7- Sendi dan otot
Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.

8- Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang.

B. Hilangnya Cairan Tubuh Manusia

Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat :

a. Normal
Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal.

b. Abnormal
Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah.

Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi.

Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik.

Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya.

C. Gejala Dehidrasi

Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :

– Dehidrasi ringan
Muka memerah
Rasa sangat haus
Kulit kering dan pecah-pecah
Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya
Pusing dan lemah
Kram otot terutama pada kaki dan tangan
Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
Sering mengantuk
Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang

– Dehidrasi sedang
Tekanan darah menurun
Pingsan
Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
Kejang
Perut kembung
Gagal jantung
Ubun-ubun cekung
Denyut nadi cepat dan lemah

– Dehidrasi Berat
Kesadaran berkurang
Tidak buang air kecil
Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur
Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan

D. Mengembalikan Cairan Tubuh Yang Hilang

Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang, kita harus banyak minum minimal 8 gelas (± 2 liter ) air setiap hari yang bisa didapat dari :

– Air putih yang higienis/air mineral
Air putih mengandung beberapa zat penting untuk tubuh seperti oksigen, magnesium, sulfur, dan klorida.

– Air berion
Air berion tidak hanya menghilangkan dahaga melainkan juga berfungsi sebagai sumber energi seperti halnya karbohidrat, lipid, dan protein. Air berion bekerja sebagai perantara dalam reaksi-reaksi biokimia dan berperan dalam proses metabolisme tubuh sehingga dapat mengembalikan kesegaran otot tubuh setelah beraktivitas mengeluarkan keringat dengan cepat.

– Jus buah
Selain rasanya nikmat dan segar, jus buah mengandung beragam vitamin dan mineral yang menyehatkan. Menurut penelitian, jus jambu biji mengandung vitamin C sebanyak 3-6 kali lebih tinggi dibandingkan jus jeruk, 10 kali lebih tinggi dibandingkan pepaya, dan 10-30 kali lebih tinggi dibanding pisang. Namun, atlet kurang disarankan meminum jus buah saat berolahraga karena cairan padatnya tidak mudah terserap tubuh.

Jadi, sebelum Anda bermasalah dengan cairan tubuh, jagalah kadar air dalam tubuh Anda.

Advertisements

Tujuan Teknik Uji Pendengaran

TEKNIK UJI PENDENGARAN

Tujuan
Mengetahui keadaan telinga luar, saluran telinga, gendang telinga dan fungsi pendengaran.

1. A.    Menggunakan Bisikan
a)         Atur posisi klien membelakangi pemeriksa pada jarak 4-6 m.
b)        Instruksikan klien untuk menutup salah satu telinga yang tidak diperiksa.
c)         Bisikkan suatu bilangan, misal ”tujuh enam”.
d)        Minta klien untuk mengulangi bilangan yang didengar.
e)         Periksa telinga lainnya dengan cara yang sama.
f)         Bandingkan kemampuan mendengar telinga kanan dan kiri klien.
1. B.     Watch Test
a)         Ciptakan suasana ruangan yang tenang.
b)        Pegang arloji dan dekatkan ke telinga klien.
c)         Minta klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia mendengar detak arloji.
d)        Pindahkan posisi arloji perlahan-lahan menjauhi telinga dan minta klien untuk memberitahu pemeriksa jika ia tidak mendengar detak arloji. Normalnya klien masih mendengar sampai jarak 30 cm dari telinga.
1. C.    Garpu Talla (Pemeriksaan Rinne)
a)      Pegang garpu talla pada tangkainya dan pukulkan ke telapak tangan atau buku jari tangan yang berlawanan.
b)      Letakkan tangkai garpu talla pada prosesus mastoideus klien.
c)      Anjurkan klien untuk memberi tahu pemeriksa jika ia tidak merasakan getaran lagi.
d)     Angkat garpu talla dan dengan cepat tempatkan di depan lubang telinga klien 1-2 cm dengan posisi garpu talla paralel terhadap lubang telinga luar klien.
e)      Instruksikan klien untuk memberitahu apakah ia masih mendengar suara atau tidak.
f)       Catat hasil pendengaran pemeriksaan tersebut.

TEKNIK ROMBERG TEST dan HELPICK PICK MANUVER
Tes Romberg
Adalah suatu cara untuk melihat adanya kelemahan pada vestibular.
Cara:
a)      Pasien diinstruksikan untuk berdiri dan membuka mata.
b)      Kemudian pasien diinstruksikan untuk menutup mata (pastikan anda dapat menopang pasien jika dia jatuh).
c)      Kemudian perhatikan apakah pasien terlalu banyak bergoyang atau kehilangan keseimbangan.
Indikasi: jika pasien menutup mata kemudian jatuh, hal ini mengindikasikan adanya kelemahan pada proprioseptif atau vestibular.
Helpick Pick Manuver
Adalah Tes Neurologi yang digunakan untuk mengevaluasi adanya vertigo, misalnya vertigo paroksismal jinak posisional, dengan mengamatibvnystagmus disebabkan oleh perubahan posisi.
Manuver  Hallpike digunakan untuk membantu mendiagnosis vertigo posisional paroksismal jinak (BPPV).

Cara :
a)      Tempatkan kepala pada brankar dari tempat tidur ke bawah datar.
b)      Ubah posisi pasien sehingga ia duduk 12 inci atau lebih dekat ke arah kepala ranjang dorong datar.
c)      Putar kepala pasien 45 derajat.
Bantu pasien berbaring ke belakang dengan cepat.
d)     Kepala pasien harus menggantung di tepi ranjang dorong pada sekitar 20 derajat ekstensi.
e)      Amati nystagmus rotasi setelah periode laten 5-10 detik, yang menegaskan BPPV.
Sering ditemukan dua hal menantang dalam maneuver :
1. Pasien sering tidak ingin dipindahkan sambil merasakan nauseously. Ini bahkan termasuk mencoba untuk memposisikan pasien duduk lebih dekat dari kepala ke tempat tidur. Hal ini mengharuskan mereka untuk melihat ke belakang mereka untuk memastikan kemana mereka akan pergi, yang memicu vertigo lagi.
bagi manuver Dix-Hallpike.
PROSEDUR DIAGNOSTIK
1. AUDIOMETRI
Audiometri adalah pemeriksaan untuk menentukan jenis dan derajat ketulian (gangguan dengar).
Dengan pemeriksaan ini dapat ditentukan jenis ketulian apakah :
• • Tuli Konduktif
• • Tuli Saraf (Sensorineural)
Serta derajat ketulian.
Audiometer adalah peralatan elektronik untuk menguji pendengaran. Audiometer diperlukan untuk mengukur ketajaman pendengaran: • digunakan untuk mengukur ambang pendengaran • mengindikasikan kehilangan pendengaran • pembacaan dapat dilakukan secara manual atau otomatis • mencatat kemampuan pendengaran setiap telinga pada deret frekuensi yang berbeda • menghasilkan audiogram (grafik ambang pendengaran untuk masing-masing telinga pada suatu rentang frekuensi) • pengujian perlu dilakukan di dalam ruangan kedap bunyi namun di ruang yang heningpun hasilnya memuaskan • berbiaya sedang namun dibutuhkan hanya jika kebisingan merupakan masalah/kejadian yang terus-menerus, atau selain itu dapat menggunakan fasilitas di rumah sakit setemapat.
1. RADIOGRAFI
Radiografi ialah penggunaan sinar pengionan (sinar X, sinar gama) untuk membentuk bayangan benda yang dikaji pada film. Radiografi umumnya digunakan untuk melihat benda tak tembus pandang, misalnya bagian dalam tubuh manusia.Gambaran benda yang diambil dengan radiografi disebut radiograf.Radiografi lazim digunakan pada berbagai bidang, terutama pengobatan dan industri.

1. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Pencitraan resonansi magnetik (bahasa Inggris: Magnetic Resonance Imaging, MRI) ialah gambaran potongan cara singkat badan yang diambil dengan menggunakan daya magnet yang kuat mengelilingi anggota badan tersebut. Berbeda dengan “CT scan”, MRI tidak memberikan rasa sakit akibat radiasi karena tidak digunakannya sinar-X dalam proses tersebut.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) merupakan suatu teknik yang digunakan untuk menghasilkan gambar organ dalam pada organisme hidup dan juga untuk menemukan jumlah kandungan air dalam struktur geologi.Biasa digunakan untuk menggambarkan secara patologi atau perubahan fisiologi otot hidup dan juga memperkirakan ketelusan batu kepada hidrokarbon.
Cara kerja MRI
1. Pertama, putaran nukleus atom molekul otot diselarikan dengan menggunakan medan magnet yang berkekuatan tinggi.
2. Kemudian, denyutan / pulsa frekuensi radio dikenakan pada tingkat menegak kepada garis medan magnet agar sebagian nuklei hidrogen bertukar arah.
3. Selepas itu, frekuensi radio akan dimatikan menyebabkan nuklei berganti pada konfigurasi awal. Ketika ini terjadi, tenaga frekuensi radio dibebaskan yang dapat ditemukan oleh gegelung yang mengelilingi pasien.
4. Sinyal ini dicatat dan data yang dihasilkan diproses oleh komputer untuk menghasilkan gambar otot.
Kelebihan MRI
Salah satu kelebihan tinjau MRI adalah, menurut pengetahuan pengobatan masa kini, tidak berbahaya kepada orang yang sakit. Berbanding dengan CT scans “computed axial tomography” yang menggunakan aksial tomografi berkomputer yang melibatkan dos radiasi mengion, MRI hanya menggunakan medan magnet kuat dan radiasi tidak mengion “non-ionizing” dalam jalur frekuensi radio. Bagaimanapun, perlu diketahui bahwa orang sakit yang membawa benda asing logam (seperti serpihan peluru) atau implant terbenam (seperti tulang Titanium buatan, atau pacemaker) tidak boleh dipindai di dalam mesin MRI, disebabkan penggunaan medan megnet yang kuat.
Satu lagi kelebihan scan MRI adalah kualitas gambar yang diperoleh biasanya mempunyai resolusi lebih baik berbanding CT scan. Lebih-lebih lagi untuk scan otak dan tulang belakang walaupun mesti dicatat bahwa CT scan kadangkala lebih berguna untuk cacat tulang.

1. TYMPANOMETRI
Tympanometry adalah pemeriksaan obyektif yang digunakan untuk mengetahui kondisi telinga tengah dan mobilitas gendang telinga (tympanic membrane) dan tulang-tulang pendengaran di telinga tengah, dengan memberikan tekanan udara yang berbeda di liang telinga.
Tes diberikan dengan memasukkan sebuah alat pada liang telinga yang akan merubah tekanan didalam telinga, memberikan nada murni, dan mengukur respon gendang telinga terhadap suara dan perbedaan tekanan.
Hasilnya akan ditunjukkan dalam bentuk kurva yang disebut: Tympanogram. Tympanogram tipe A dianggap normal, yang artinya tekanan normal di telinga tengah dengan mobilitas gendang telinga dan kondisi tulang-tulang yang normal. Tympanogram tipe B atau C mungkin menunjukkan cairan di telinga tengah, parut pada gendang telinga, kurangnya hubungan antara tulang-tulang pendengaran pada telinga tengah atau tumor pada telinga tengah.
Tympanometry sendiri bukanlah tes pendengaran tetapi komponen penting dari evaluasi audiometri.Pada beberapa kasus dapat memberikan petunjuk jenis gangguan pendengaran yang diderita.
Tympanometer (alat untuk melakukan tympanometry) seringkali meliputi tes-tes lain seperti Acoustic Reflex (AR), Reflex Decay dan Eustachian Tube Function (ETF).
Jika suara keras diberikan ke telinga, saraf yang melalui telinga tengah dan berhubungan dengan tulang-tulang pendengaran di telinga tengah akan berkontraksi dan rangkaian tulang-tulang telinga tengah menjadi kaku. Tes reflek akustik dapat membantu untuk mengevaluasi tingkat ganguan pendengaran dan mengetahui letak masalah pendengaran. Hal ini juga bagian dari proses identifikasi dari Central Auditory Processing Disorders (CAPD).
Reflex Decay menentukan untuk berapa lama Acoustic Reflex / Reflek Akustik berlangsung. Hal ini dapat digunakan untuk mengetahui jika ada gangguan saraf pendengaran.
Eustachian Tube / Tuba Eusthasius menghubungkan telinga tengah dan tenggorokan yang mempunyai tujuan menyeimbangkan tekanan udara ditelinga tengah dan luar serta merupakan ventilasi pada telinga tengah.Tes ETF / Fungsi Tuba Eusthasius dapat digunakan untuk mengetahui jika fungsi tuba eusthasius normal.

Penemu Rontgen Sinar X

Sinar rontgen atau sinar X merupakan sebuah teknologi yang banyak dikenal dan digunakan dalam dunia medis atau dunia kedokteran.

Alat Rontgen atau Sinar X-ray banyak difungsikan sebagai alat diagnosis atau dalam bahasa medis disebut sebagai photo Rontgen. Dengan alat ini, penyaki-penyakit seperti patah tulang dapat dideteksi dengan mudah. Kebanyakan alat ini digunakan untuk mengetahui bagian dalam tubuh manusia seperti paru-paru.

Kali ini kita akan membahas tentang penemu  sinar rontgen – Wilhelm Conrad Rontgen. Wilhelm Conrad Rontgen merupakan seorang ahli fisika yang lahir di Lenep, Jerman, pada tahun 1845.

Rontgen merupakan anak yang cerdas, di usia 24 tahun, ia telah mendapat gelar doktor dari Universitas Zurich. Rontgen berhasil menemukan sinar rontgen pada tahun 1895, saat melakukan eksperimen dengan menggunakan sinar katoda.

Ketika ia sedang melakukan penelitian, ia melihat sinar fluoresensi muncul dari krostal barium platinosianida dalam tabung Crookes- Hittorf.

Setelah tabung tersebut di tutup dengan karton hitam dan memasang elektroda pada lembaran ruhmkorff untuk dapat menghasilkan muatan elektrostatis, lalu ia menggelapkan ruangan tersebut untuk menguji transparasi karton hitam tersebut.

Saat lembaran ruhmkorff melewati tabungnya, ia melihat bila karton tersebut tidak sesuai dan ia menyadari adanya cahaya lemah dari tabung tersebut. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, ia menemukan bila cahaya tersebut berasal dari barium platinocyde yang akan digunakan selanjutnya.

Setelah berminggu-minggu melakukan percobaan, ia berhasil mengambil foto tangan sang istri dengan menggunakan sinar X. setelah dilakukan penyempurnaan, maka ia mematenkan penemuannya tersebut dan mulai dipublikasikan, Rontgen mendapatkan penghargaan nobel pada tahun 1901.

Penemuan sinar tersebut sangat bermanfaat bagi dunia kedokteran, karena sinar X dapat digunakan untuk memeriksa bagian tubuh manusia.

Rontgen terus melakukan penelitian, hingga akhirnya menemukan sifat dari sinar Rontgen yaitu sifat fisika dan kimianya, namun ada sifat biologi yang tidak diketahui oleh Rontgen yaitu dapat merusak sel yang hidup di dalam tubuh manusia.

Surat kabar malam di London mengatakan bila sinar tersebut tidak sopan, karena dapat melihat bagian tubuh orang lain sehingga seperti menelanjangi orang lain.

Pada satu dasawarsa, banyak pionir yang menggunakan sinar Rontgen menjadi korbannya, kelainan tersebut dapat membuat kulit menjadi hitam dan rambut rontok, bila diterus disinari maka dapat menimbulkan tumor kulit atau tumor ganas.

Selama dasawarsa barulah diketahui bila puluhan ahli radiologi telah menjadi korban sinar tersebut. Setelah diketahui bila sinar Rontgen dapat merusak sel.

Pada kongres Internasional Radiologi di Kopenhage, pada tahun 1953 telah membentuk The International Committee on Radiation Protection yang menetapkan beberapa peraturan dalam proteksi radiasi, sehingga tidak akan membahayakan kesehatan saat menggunakan sinar Rontgen.

Peraturan tersebut berisi tentang menjauhkan diri dari sumber sinar, bila mengharuskan berdekatan harus menggunakan sarung tangan, rok, jas, berlapis timah hitam, mengadakan pengecekan secara berkala dengan menggunakan film-badge dan lain sebagainya.

Kolonkospi Dengan CT Scan

Kolonoskopi virtual adalah kolonoskopi tanpa menggunakan alat kolonoskop, tetapi menggunakan alat pencitraan seperti CT Scan dan MRI.[1] Kolonoskopi virtual disebut juga kolonoskopi maya. CT Scan menggunakan radioaktif, sedangkan MRI tidak, keduamya dapat menhasilkan gambar 3D dengan resolusi yang tinggi (tergantung alatnya).

Prosedur

Video ini memeperlihatkan kolonoskopi virtual dari rectosigmoid colon. Ada 10-mm polip di sigmoid colon terlihat pada bagian atas frame pada pertengahan tayang ini.

Persiapan untuk kolonoskopi virtual bermacam-macam, pasien biasanya diberikan obat urus-urus (laxative) atau obat minum lainnya sehari (malam) sebelumnya untuk membersihkan usus besar dari kotoran. Kapsul besar bulat (suppository) juga digunakan untuk membersihkan bagian pelepasan (rektum) dari kotoran yang tersisa. Prosedur ini masih sama dengan kolonoskopi biasa. Bisa juga pasien menerima ‘faecal tagging’ untuk menutupi kotoran denagn zat tertentu yang masih tersisa dari pemakaian obat urus-urus. Hal ini memungkinkan seorang radiologist melihat gambar 3D di atas kotoran yang tertutupi itu tanpa menghasilkan positip palsu.

Penelitian ini memebutuhkan waktu hanya 10 menit, karena hasil gambar dapat ditayang ulangkan untuk diteliti lebih lanjut kemudian, sedangkan kolonoskopi biasanya memerlukan waktu lebih lama. Kolonoskopi virtual juga tidak memerlukan obat penenang syaraf (sedative), sedangkan kolonoskopi biasa memakainya, karena ada selang fleksibel yang dimasukkan melalui dubur (invasif) yang biasanya tidak disukai pasien.

Prosedurnya:

  • Pasien hadap miring pada meja pemeriksaan.
  • Pasien mungkin diberikan Butylscopolamine melalui vena untuk meminimalkan aktivitas otot di area tersebut.
  • Selang kecil dimasukkan ke dubur, sehingga udara dapat dipompakan melaluinya untuk menggelembungkan usus besar untuk memperjelas tampilan gambar.
  • Meja dipindahkan ke alat pencitraan untuk menghasilkan serangkaian gambar penampang sepanjang usus besar dalam 2D. Program komputer membuat rangkaian gambar tersebut menjadi 3D secara langsung (instan).
  • Pasien diharapkan menahan nafas selama proses pencitraan berlangsung, agar gambar yang dihasilkan tidak terganggu.
  • Pencitraan diulangi dengan pasien hadap miring berbalikan dengan hadap miring sebelumnya.

Pasien dapat segera melakukan aktivitas biasa sesudah prosedur ini dilakukan, tetapi jika ada ketidakabnormalan, maka pasien harus melanjutkan dengan kolonoskopi biasa/konvensional hari itu juga untuk pengambilan sampel biopsi dan pembersihan polip.[2]

Keuntungan

Kolonoskopi virtual lebih nyaman daripada kolonoskopi biasa. Tidak menggunakan obat penenang syaraf (sedatif), maka pasien dapat segera melakukan aktifitas normal dan tak perlu dipapah/bantuan orang lain. Tanpa sedatif, maka risiko berkurang selama prosedur berlangsung, karena beberapa pasien memberikan reaksi penolakan terhadap sedatif pada kolonoskopi biasa.[3] Membutuhkan waktu yang lebih sedikit daripada kolononoskopi biasa.[4]

Kolonoskopi virtual memberikan keuntungan kedua, yakni menyembuhkan penyakit atau ketidaknormalan dari luar usus besar.[5]

Kerugian

Menurut article pada niddk.nih.gov, kerugian yang utama dari kolonoskopi virtual adalah tidak dapat mengambil sampel untuk biopsi atau menghilangkan polip, jadi kolonoskopi biasa harus dilakukan, jika ketidaknormalan ditemukan. Juga kolonoskopi virtual tidak dapat mencitrakan polip dengan diameter kecil antara 2-10mm, dimana koloskopi biasa dapat lebih mendetail.[6] Kolonoskopi virtual menggunakan CT Scan juga meradiasi pasien beberapa milligray.[7] Sejumlah peneliti telah mendemostrasikan bahwa penggunaan radiasi sangat rendah efektif dalam mendeteksi usus besar, karena serapan x-ray yang berbeda antara udara dan jaringan lunak pada dinding dalam usus besar.

Kolonoskopi virtual adalah “standar emas” untuk penapis tumor/kanker usus besar yang dilakukan oleh banyak komunitas medis dan penelitian. Bagaimanapun, sejumlah radiologist hanya merekomendasikan kolonoskopi virtual untuk penapisan kanker usus besar saja. Kolonoskopi virtual menjadi favorit sejumlah profesional, karena memungkinkan penglihatan pada seluruh usus besar, yang mana memberikan kesempatan lebih untuk mendeteksi polip pra-kanker dan kankernya, dan segera dapat melakukan biopsi untuk penetapan diagnostik dan penghilangan ketidakabnormalan tersebut.

Kolonoskopi virtual menggunakan MRI melakuakan pencitraan tanpa radiasi x-ray. Dapat mendeteksi adenoma yang lebih besar dan dan neoplasia dengan tingkat spsifisitas yang tinggi, tetapi kurang sensitif daripada kolonoskopi biasa.[8]

Alternatif

Kolonoskopi biasa paling murah, kolonoskopi virtual dengan CT Scan lebih mahal, dan menggunakan MRI lebih mahal lagi. Sekarang telah ada Penapis tumor M2-PK yang jauh lebih murah daripada kolonoskopi biasa, bisa hanya seperlimanya. Penapisan tumor M2-PK tidak perlu prosedur macam-macam seperti semua metode di atas, cukup menggunakan sampel kotoran pasien saja dan pengambilan beberapa gram kotoran tersebut bisa dilakukan di rumah oleh pasien sendiri demi kenyamanan dan mengantarkannya kemudian (tidak perlu steril, karena tidak dikultur) ke Laboratorium Klinik RS Kanker. Dapat mendeteksi polip dengan diameter minimal 10mm (di bawah 10mm biasanya tidak akan menjadi kanker atau masih mengalami proses yang panjang untuk menjadi kanker), sama dengan menggunakan kolonoskopi virtual menggunakan CT Scan. Tidak memiliki negatip palsu, berarti kalau negatip pasti negatip. Spesifisitasnya mencapai 90 persen lebih untuk mendeteksi polip atau kanker usus besar, sedangkan sensitivitasnya juga tinggi, dan positip palsunya minimal.

Faktor Resiko Penyakit Jantung

Gaya hidup tidak sehat memicu meningkatnya penderita penyakit kardiovaskular. Secara umum, penderita penyakit kardiovaskular tidak mengalami gejala mencurigakan, sehingga seringkali terjadi keterlambatan mendapat pertolongan medis yang beresiko pada kematian pada penderita.

Upaya pencegahan terhadap penyakit kardiovaskuler atau penyakit jantung dapat dilakukan dengan cara mengendalikan faktor-faktor resikonya. Apa sajakah factor resiko penyakit kardiovaskuler? Ada beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang berisiko mengidap penyakit kardiovaskular, yakni factor resiko yang dapat dikendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan. Agar lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut ini :

  1. FAKTOR RISIKO YANG TIDAK DAPAT DIKENDALIKAN

1.Usia

Pada usia 40 tahun ke atas, faktor risiko penyakit kardiovaskuler akan terus meningkat. Karena itu, menerapkan pola hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter dapat meminimalisir resiko tersebut.

  1. Jenis Kelamin

Dibandingkan dengan wanita, seseorang yang jenis kelamin pria umumnya lebih berpotensi terkena serangan jantung. Meskipun demikian, bukan berarti wanita bebas dari resiko penyakit kardiovarkuler. Karena ketika wanita berusia lebih dari 65 tahun atau saat masuk menopause, wanita memiliki resiko yang besar terserang penyakit ini. Resiko lebih tinggi akan dialami oleh wanita perokok yang berusia diatas 35 tahun.

  1. Riwayat Keluarga/keturunan

Faktor keturunan menjadi salah satu faktor risiko yang tidak dapat diabaikan. Karena dengan mengetahui riwayat penyakit keluarga, maka seseorang akan lebih waspada dan bisa mengantisipasi ketika terjadi serangan

  1. FAKTOR RISIKO YANG DAPAT DIKENDALIKAN
  2. hipertensi

Hipertensi menimbulkan kerusakan pada bagian dalam pembuluh arteri. Hal itu dapat mengakibatkan pembekuan darah, yang apabila terjadi di jantung, maka serangan jantung akan sulit dihindari.

  1. Stress

Stres tinggi dapat membahayakan kesehatan,terutama dapat memicu kerja jantung dan merangsang terbentuknya adrenalin dan katekolamin yang berakibat buruk pada kesehatan pembuluh jantung.

  1. kolesterol

Peningkatan kadar kolesterol jahat dalam darah dapat mengakibatkan penyempitan rongga pembuluh darah dan dinding arteri menjadi kaku. Jika dibiarkan, maka resiko penyakit kardiovaskuler akan meningkat.

  1. obesitas

Obesitas mengakibatkan kerja jantung semakin berat. Hal itu akibat timbunan lemak dalam otot jantung yang membuat efisiensi gerakan jantung menjadi terganggu.

  1. Diabetes

Diabetes mellitus merupakan fartor risiko terbesar dari penyakit kardiovaskuler, karena kehadirannya dapat menimbulkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan juga arteriosklerosis.

  1. Kurang aktivitas fisik

Tubuh yang tidak aktif bergerak akan membuat lemak cepat menumpuk karena tidak adanya pembakaran energy. Kondisi tersebut membuat otot jantung tidak leluasa bergerak dan jantung tidak bisa berfungsi sempurna.

  1. merokok

Rokok mengandung zat nikotin yang mengakibatkan berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah arteri mengeras dan darah mengalami pembekuan.

Kapasitas Paru-Paru Manusia

Kapasitas paru-paru adalah kemampuan paru-paru menampung udara pernapasan. Volume udara pernapasan pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Alat yang digunakan untuk mengetes kapasitas paru-paru disebut spirometer. Metode yang digunakan untuk mengukur kapasitas paru-paru disebut spirometri. Metodenya adalah dengan mencatat volume udara yang masuk dan keluar dari paru-paru. Umumnya pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5-6 liter. Bagian kapasitas paru-paru dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Volume Tidal

Volume tidal adalah volume udara yang masuk dan keluar paru-paru pada pernapasan normal. Jumlah volume udaranya adalah sebesar 500 ml.

2. Volume Cadangan Inspirasi

Volume cadangan inspirasi adalah udara yang masih dapat dihirup setelah inspirasi biasa sampai mencapai inspirasi maksimal. Volume cadangan inspirasi juga disebut udara komplementer. Umumnya pada laki-laki sebesar 3.300 ml dan pada wanita sebesar 1.900 ml.

3. Volume Cadangan Ekspirasi

Volume cadangan ekspirasi adalah udara yang masih dapat dikeluarkan setelah melakukan ekspirasi biasa sampai mencapai ekspirasi maksimal. Volume cadangan ekspirasi juga disebut udara suplementer. Pada laki-laki 1.000 ml, sedangkan perempuan 700 ml.

4. Volume Residu

Volume residu adalah udara yang masih terdapat di dalam paru-paru setelah melakukan respirasi sekuat-kuatnya. Kapasitas volume residu pada laki-laki adalah 1.200 ml dan perempuan 1.100 ml.

5. Kapasitas Inspirasi

Kapasitas inspirasi adalah banyaknya udara yang dapat dihirup setelah taraf ekspirasi biasa hingga pengembangan paru-paru secara maksimal (sekitar 3.500 mililiter). Kapasitas respirasi sama dengan volume tidal ditambah dengan volume cadangan inspirasi.

6. Kapasitas Residu Fungsional

Kapasitas residu fungsional adalah jumlah udara di dalam paru-paru pada akhir respirasi biasa. Kapasitasnya berkisar 2.300 mililiter. Kapasitas residu fungsional sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah dengan volume residu.

7. Kapasitas Vital

Kapasitas vital adalah volume udara maksimal yang dapat masuk dan keluar paru-paru selama sistem pernapasan pada manusia. Kapasitas vital adalah volume cadangan inspirasi ditambah dengan volume tidal ditambah lagi dengan volume cadangan ekspirasi. Volume kapasitas vital kira-kira 4.600 mililiter.

8. Kapasitas Paru-Paru Total

Kapasitas paru-paru total adalah seluruh udara yang dapat ditampung oleh paru-paru. Kapasitas paru-paru total adalah kapasitas vital ditambah dengan volume residu. Kapasitas paru-paru total berkisar 5.800 mililiter

Alkes Untuk Diagnosa Penyakit

Alat kesehatan menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 1998 Tentang Pengamanan Sediaan Farmasi Dan Alat Kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

Sejak perang dunia II di Indonesia sudah mengenal pabrik alat kesehatan Aesculap dari Jerman. Kini banyak dikenal nama pabrik  diantaranya Dimedia, Chiron, Diener, Reicodent, Rudolv, Martin dll.

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 116/SK/79, Alat kesehatan dapat digolongkan menjadi :

  1. Preparat untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan.
  2. Pestisida dan insektisida pembasi hama manusia dan binatang  piaraan.
  3. alat kecantikan yang digunakan dalam salon kecantikan.
  4. wadah dari plastik dan kaca untuk obat dan injeksi, juga karet tutup botol infus.
  5. peralatan obstetri dan hgynekologi.
  6. pelalatan anestesi.
  7. peralatan dan perlengkapan kedokteran gigi.
  8. peralatan dan perlengkapan kedokteran THT.
  9. peralatan dan perlengkapan kedokteran mata.

Pertama-tama mari kita mulai dari Alat Kesehatan untuk diagnosa penyakit, berikut diantaranya :

  1.    Buku test buta warna/ Ishihara’s Test for colour Blindness

Buku Ishihara ini merupakan jenis buku yang isinya berupa  bulatan-bulatan warna acak yang membentuk suatu angka atau garis tertentu. Buku ini dinamakan buku Ishihara karema penemu buku ini yaitu Dr. Shinobu Ishihara dari Jepang. Buku temuan dari Ishihara ini mempunyai 14 halaman atau plates. Buku ini berfungsi mendeteksi kondisi mata apakah buta warna atau tidak.
color-blindness-scientific-publishing

  1. Chart Vision Snellen

Chart Vusion Snellen atau kartu Snellen yaitu alat untuk pemeriksaan visus. Pemeriksaan visus merupakan pemeriksaan fungsi mata atau fungsi ketajaman mata. Gangguan penglihatan memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui sebab kelainan mata yang mengakibatkan turunnya visus. Visus perlu dicatat pada setiap mata yang memberikan keluhan mata.

Kartu ini terdiri atas sederetan huruf dengan ukuran yang berbeda dan bertingkat serta disusun dalam baris mendatar. Huruf yang teratas adalah yang besar, makin ke bawah makin kecil. Penderita membaca Optotype Snellen dari jarak 6 m, karena pada jarak ini mata akan melihat benda dalam keadaan beristirahat atau tanpa akomodasi. Pembacaan mula-mula dilakukan oleh mata kanan dengan terlebih dahulu menutup mata kiri. Lalu dilakukan secara bergantian. Tajam penglihatan dinyatakan dalam pecahan. Pembilang menunjukkan jarak pasien dengan kartu, sedangkan penyebut adalah jarak pasien yang penglihatannya masih normal bisa membaca baris yang sama pada kartu. Dengan demikian dapat ditulis rumus:

 

V =D/d

Keterangan:

V = ketajaman penglihatan (visus)

                  d = jarak yang dilihat oleh penderita

                  D = jarak yang dapat dilihat oleh mata normal

snellen-chart-app

  1. Reflex Hamer

Reflex hammer atau palu refleks digunakan untuk memeriksa kemampuan reflesi dari bagian-bagian tertentu tubuh, biasanya refleks tendon dalam lutut. Alat ini berbentuk segitiga/tailor gagangnya terbuat dari besi stainless dan palu terbuat dari karet yang lembut sehingga tidak menyakitkan bagi pasien.

Seperti kita ketahui refleksi adalah suatu reaksi tubuh atau bagian tubuh kita yang tidak sengaja, yang terjadi karena adanya suatu  rangsangan dari luar melalui syaraf aferen ke pusat reflex di medulla spinalis, yang kemudian menyalurkan ke syaraf eferen lalu ke reseptor penggerak dan otot-otot yang terus membuat gerakan-gerakan refleks itu.

Neurological-Reflex-Hammer

  1. Tongue depressor/ Tongue Blade (Ing.) Tong spatel (Ind.)

Tongue depressor atau alat penekan lidah digunakan untuk memeriksa lidah pasien agar dapat melihat lebih jelas keadaan di dalam tenggorokan apakah ada kelainan-kelainan, misalnya ada peradangan pada tenggorokan seperti pharyngitis, amandel. Alat ini juga sering digunakan dalam proses operasi pengambilan amandel.

Tongue Spatel tersedia 2 macam, yaitu Tongue Spatel Polos dan Tongue Spatel Lubang. Tongue spatel lubang terdapat masing-masing 4 lubang disetiap sisinya sehingga total jumlah lobangnya adalah 8 yang berfungsi sebagai pengangan anti slip dan berfungsi juga untuk melihat objek yang diperiksa. Tounge depressor yang umum digunakan berbentuk datar, tipis, pisau kayu, merapikan dan bulat pada kedua ujungnya, tetapi, tongue depressor dibuat dari berbagai bahan yang tidak mahal dan tidak sulit untuk dibersihkan.

good-quality-wooden-tongue-depressortong-Spatel

  1. Laringeal Mirror

Laringeal mirror atau kaca mulut atau mouth mirror. Kegunaanya  adalah untuk melihat dan memeriksa keadaan di dalam tenggorokan, apakah ada kelainan-kelainan.  Ukuran besarnya kaca cermin berbeda-beda mulai dari ukuran diameter 6mm s/d 30 mm. Dalam bahasa Belanda disebut : Keel spiegel.